selamat Datang di Serambi Sunyi

Selasa, 26 Januari 2010

Temu dan Pisah

”Ada pertemuan pasti ada perpisahan”
Itu yang kau bisikkan ke dalam hatiku.

Ya..ya semua insan pasti mengalaminya
Termasuk ibuku, ayahku, bahkan nabiku
Aku sadar tapi telingaku tak mau dengar
Aku sadar tapi nafsuku tak pernah sabar
Aku sadar tapi hatiku liar
Aku sadar tapi ikhlasku pudar
Jemariku terlalu rapuh
Tuk menahan
Biar waktu tak berlalu
Atau bergeser meski sedetik
Kau bilang; mudah-mudahan pintu yang baru terbuka
Bagiku pintu yang baru terlalu sulit tuk dibuka
Meski sudah ku ketuk
Sekali
Dua kali
Bahkan berkali-kali
Tetap saja ia merapat dalam bingkainya
Sempat terpikir kukembali
Memasuki pintu yang lama
Tapi sekarang pintu lama pun
Menjadi segan kumasuki
Karena ada pagar kawat yang membelit
Akhirnya harus kutelan sunyi sendiri
14 september 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi Sunyi

  • duka