sajak buat mama Kyiai
genap tiga pekan sudah
kau lemah
merasai nikmat yang terambil
jemarimu bergetar
dada berdebar
mata redup binar
dan gigil menyebar
menyergap raga
maaf anakmu..
yang hanya temanimu
lewat mimpi
meski tak cukup bagimu
hanya do'a kubisikkan
agar hangat malam-malam mu
meski rapuh
bias,
lepas,
di antara atmosfir dosaku
namun yakinku menggebu
; "Allah Maha Tahu"
maaf anakmu
bukan tak ada peduliku
tuk menggenggam jemarimu
atau sekedar menyeka lukamu
tak pula kubermalam
di pelupuk matamu
namun kupastikan
aku selalu ada (insya Allah)
walau pudar
samar.
Jendral Soedirman, 17 Oktober 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar