selamat Datang di Serambi Sunyi

Rabu, 09 Februari 2011

kangen Darussalam

tiba-tiba
jam empat pagi aku terbangun
kulihat di gelas ini ada pak Kiyai
sedang bercengkrama dengan tasbihnya
sayup-sayup kudengar beliau merintih dzikir di sudut kamar
kemudian senyap bersama perginya fajar
akhirnya aku beranjak wudhu
kulihat anak-anak berkalung handuk sambil menguap
menunggu giliran mandi
tuk bersiap pergi mengaji
hei gewatkeun mandina, aya ang Icep!
bisik rizal setengah berlari menuju masjid
suasana kembali senyap, lenyap bersama deru-debu sandal para santri.
keran air kubuka perlahan
terdengar melodi diwani Syafi'i mengusik sendu
hingga bait-bait nafasku tersengal tersedu dalam dada menyesak merindu
suasana kembali senyap, sunyi berlalu bersama petikan waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi Sunyi

  • duka