selamat Datang di Serambi Sunyi

Sabtu, 26 Februari 2011

Jakarta Bancet (banjir-macet)

Senin pagi Jakarta diguyur Hujan
Ah bancet lagi ..gumam penumpang metromini dalam hati
Sambil menyeka tempat duduknya yang basah
Terlihat lautan otomotif bergumul berduyun
Merayap meretas kubangan selokan
Selokan sampah, selokan tumpah
Jalanan mendadak berombak
Bingung beriak kemana mesti beranjak
Kutanya air kenapa kau halangi jalan kami?
Tempatmu di saluran sana
Dia jawab; hei…bukankah sebaliknya?
Kalian sendiri yang memulai, hambat lalu lintas kami
Kalian lempari muka kami dengan sampah
Sekali, dua kali kami masih terima
Satu- dua orang kami masih tahan
Tapi kalian keterlaluan, main keroyokan
Maka rasakan demonstrasi kami
Bukan kami marah, ini peringatan
Biar kalian sadar
Bahwa kami juga perlu jalan
Meski lorong kecil asalkan lancar
Pasti takkan kami usik kesenangan kalian
Ah percuma kukatakan ini semua
Toh kalian tak bertelinga
(Cempaka Mas, 14 Februari, 2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi Sunyi

  • duka