selamat Datang di Serambi Sunyi

Sabtu, 26 Februari 2011

Bendoel-Poerwakarta

Salam sejahtera buat sahabatku
Mudah-mudahan rahmat-Nya
Tak pernah putus sepanjang hayat
Bendul-purwakarta ranah kenangan
Rangkaian peristiwanya berhembus merdu
menghela di antara tarikan nafasku
hanya keindahan tertanam
pada angan terdalam
kala ku terdiam
tak berkalam

06/11/2007

Jakarta Bancet (banjir-macet)

Senin pagi Jakarta diguyur Hujan
Ah bancet lagi ..gumam penumpang metromini dalam hati
Sambil menyeka tempat duduknya yang basah
Terlihat lautan otomotif bergumul berduyun
Merayap meretas kubangan selokan
Selokan sampah, selokan tumpah
Jalanan mendadak berombak
Bingung beriak kemana mesti beranjak
Kutanya air kenapa kau halangi jalan kami?
Tempatmu di saluran sana
Dia jawab; hei…bukankah sebaliknya?
Kalian sendiri yang memulai, hambat lalu lintas kami
Kalian lempari muka kami dengan sampah
Sekali, dua kali kami masih terima
Satu- dua orang kami masih tahan
Tapi kalian keterlaluan, main keroyokan
Maka rasakan demonstrasi kami
Bukan kami marah, ini peringatan
Biar kalian sadar
Bahwa kami juga perlu jalan
Meski lorong kecil asalkan lancar
Pasti takkan kami usik kesenangan kalian
Ah percuma kukatakan ini semua
Toh kalian tak bertelinga
(Cempaka Mas, 14 Februari, 2011)

Rabu, 09 Februari 2011

maafin akang

nyai, maafin akang
seperti tahun-tahun sebelumnya
tahun sekarang pun tak ada kado yang dikirim
tidak ada sms apalagi miscall
yang bisa akang kasih cuma kesetiaan, do'a dan harapan
mudah-mudahan segala keinginan yang baik terkabul
itu pun kalau nyai masih mau menerimanya
kalau tidak,...
biar akang bungkus dengan kado lamaran
supaya terlihat meyakinkan
di dalamnya pun akang taruh hati ini dengan syahadat
dua kalimat suci sebagai pita pengikat diri
akang dan nyai..Insya Allah..

kangen Darussalam

tiba-tiba
jam empat pagi aku terbangun
kulihat di gelas ini ada pak Kiyai
sedang bercengkrama dengan tasbihnya
sayup-sayup kudengar beliau merintih dzikir di sudut kamar
kemudian senyap bersama perginya fajar
akhirnya aku beranjak wudhu
kulihat anak-anak berkalung handuk sambil menguap
menunggu giliran mandi
tuk bersiap pergi mengaji
hei gewatkeun mandina, aya ang Icep!
bisik rizal setengah berlari menuju masjid
suasana kembali senyap, lenyap bersama deru-debu sandal para santri.
keran air kubuka perlahan
terdengar melodi diwani Syafi'i mengusik sendu
hingga bait-bait nafasku tersengal tersedu dalam dada menyesak merindu
suasana kembali senyap, sunyi berlalu bersama petikan waktu.

Kamis, 03 Februari 2011

PEP (A)

penelitian dan evaluasi pendidikan
kelas kumpulan orang rumit
matematika, statistika, dan logika
mereka kuntit
menghitung dan mengukur
dihajar morat-marit
ada Gauss, Ancova, Bronowsky
juga metlit melilit
ah kukira teori tes itu mudah
ternyata susah
ujianku salah
temanku salah
mereka salah
semua salah
serba salah
dua kelas kalah
pasrah dan mengalah
ah biar sajalah

Puisi Sunyi

  • duka