Gemuruh angin menebak dedaun lamtoro
Menyibak ujung ranting yang menjulur ke jalan
Di prapatan ini langkah derap saling memburu
Pagi diburu pergi
Petang diburu pulang
Pantang laju menggontai arang
Setiap detik waktu berbaur angan
Mencari hidup tuk berlaku
Di prapatan ini, Engkau menulis
Tempat ini hilir- mudik kehidupan
Persimpangan antara fana dan baka
(Cempaka Mas, 4 Desember 2010)
selamat Datang di Serambi Sunyi
Sabtu, 04 Desember 2010
sabar dan tawakkal
Ayah
kau berbisik padaku
“sing sabar jeung tawakkal ziz”
Dua kata berangkai sejoli
Satu dua saling mematri
Sabar mengukir tawakkal
Tawakkal menghias sabar
Tak boleh dipisah
Karena duanya adalah mahabbah
Sabar bukan menahan
Tapi menerima
Tawakkal bukan menyerah
Tapi berserah
Sabar-tawakkal bukan hanya beriring melangkah
Tapi juga menggiring sa’adah
(Pedongkelan, 2 Nopember 2010)
kau berbisik padaku
“sing sabar jeung tawakkal ziz”
Dua kata berangkai sejoli
Satu dua saling mematri
Sabar mengukir tawakkal
Tawakkal menghias sabar
Tak boleh dipisah
Karena duanya adalah mahabbah
Sabar bukan menahan
Tapi menerima
Tawakkal bukan menyerah
Tapi berserah
Sabar-tawakkal bukan hanya beriring melangkah
Tapi juga menggiring sa’adah
(Pedongkelan, 2 Nopember 2010)
Langganan:
Komentar (Atom)
Puisi Sunyi
- duka