selamat Datang di Serambi Sunyi

Senin, 09 Agustus 2010

Pagi Ini

Ayah,
ruangan ini membisu kelu
tak berucap berita tentang hadirmu
tak ada lagi kitab-kitab bersorak terserak
di sembarang sudut
kini mereka hanya berbaris rapi menyusun diri
tanpa tersentuh tangan lembut
dan sinar mata tajam
yang mampu merobek keangkuhan pengarangnya
denting jam bernada pilu
bergema mengisi ruang kosong tak bertuan ini
ah, sajadah itu...
mengingatkanku pada dzikirmu menjelang fajar
juga secangkir teh ini
yang kububuhi dengan tropicana
semakin lengkap wujudmu di pagi ini.

Puisi Sunyi

  • duka